Siklus Gerhana dan Supermoon

Terkirim 5 bulan yang lalu di Pendidikan.

Memahami Perhitungan Prediksi Gerhana

Siklus Gerhana dan Supermoon

Hi sahabat Truth Seeker!!

Pada kesempatan kali ini, kami membahas tentang siklus Gerhana dan Supermoon. Ternyata siklus ini digunakan NASA untuk memprediksi kapan terjadinya Gerhana.

Saat angka-angka dogma Sains modern tak bisa memprediksi Gerhana, yang artinya kita tak bisa memprediksi Gerhana dalam kurun waktu yang lama. Dan ternyata, dibalik itu ada yang menolong kita agar bisa memprediksi Gerhana dalam jangka waktu yang lama dan akurat, namanya Siklus Saros.

Siklus Saros adalah bagian dari siklus Gerhana, Siklus ini adalah siklus terbaik untuk memprediksi Gerhana, walaupun masih ada siklus lainnya. Apa sih Siklus Saros itu? Dan bagaimana cara memprediksinya? Berikut akan kami bahas dalam artikel ini. Siklus Gerhana dan Supermoon.

1. Siklus Gerhana

Siklus Gerhana adalah Siklus terjadinya Gerhana secara berulang dalam kurun waktu tertentu. Disini kami merangkum beberapa Siklus Gerhana yang mungkin bisa anda pakai untuk memprediksi Gerhana.

A. Siklus Saros

Siklus Saros ditemukan oleh bangsa Babylonia Kuno, tapi pada masa itu siklus ini belum dinamai. Yang memberi nama “Siklus Saros” ialah Edmund Halley, astronom asal Inggris.

Siklus Saros adalah Siklus Gerhana yang terjadi dalam waktu 18 tahun 11 hari 8 jam atau 223 bulan synodic. Siklus ini adalah Siklus terbaik untuk memprediksi Gerhana. Siklus ini bisa memprediksi waktu, jenis dan lokasi Gerhana. Disini kami mengambil contoh prediksi Gerhana dengan siklus saros. Kita ketahui dulu waktu Gerhana terjadi pada tahun sebelumnya. Misalnya Gerhana yang terjadi mulai dari tahun 1997 sampai tahun 2014.

Prediksi Gerhana Matahari. Siklus Saros 18 tahun 11 hari 8 jam (6.585,3 hari).

Note: Total, Cincin, Sebagian dan Hybrid adalah jenis Gerhana

1997, 9 Maret Total. 2 September Sebagian

1998, 26 februari Total. 22 Agustus Cincin

1999, 16 Februari, Cincin.11 Agustus, Total

2000, 5 Februari, Sebagian. 1 Juli, Sebagian

2000, 31 Juli,1 Sebagian. 25 Desember, Sebagian

2001, 21 Juni, Total. 14 Desember, Cincin

2002, 10 Juni, Cincin. 4 Desember, Total

2003, 31 Mei, Cincin. 23 November, Total

2004, 19 April, Sebagian. 14 Oktober, Sebagian

2005, 8 April, Hybrid. 3 Oktober, Cincin

2006, 29 Maret, Total. 22 September, Cincin

2007, 19 Maret, Sebagian. 11 September, Sebagian

2008, 7 Februari, Cincin. 1 Agustus, Total

2009, 26 Januari, Cincin. 22 July, Total

2010, 15 Januari, Cincin. 11 Juli, Total

2011, 4 Januari, Sebagian. 1 Juni, Sebagian

2011, 1 July, Sebagian. 25 November, Sebagian

2012, 20 Mei, Cincin. 13 November, Total

2013, 10 Mei, Cincin. 3 November, Hybrid

2014, 29 April, Cincin. 23 Oktober, Sebagian

Data-data waktu dan jenis Gerhana sudah diketahui. Jadinya kita dapat menghitung Gerhana untuk tahun-tahun berikutnya. Maka menurut Siklus Saros, Gerhana yang terjadi pada tahun 2015-2032 adalah, berikut ini.

2015, 20 Maret, Total. 13 September, Sebagian

2016, 9 Maret, Total. 1 July, Cincin

2017, 26 Februari, Cincin. 21 Agustus, Total

2018, 15 Februari, Sebagian. 13 July, Sebagian

2018, 11 Agustus, Sebagian

2019, 6 Januari, Sebagian. 2 July, Total

2019, 26 Desember, Cincin

2020, 21 Juni, Cincin. 14 Desember, Total

2021, 10 Juni, Cincin. 4 Desember, Total

2022, 30 April, Sebagian. 25 Oktober, Sebagian

2023, 20 April, Hybrid. 14 Oktober, Cincin

2024, 8 April, Total. 2 Oktober, Cincin

2025, 29 Maret, Sebagian. 21 September, Sebagian

2026, 17 Februari, Cincin. 12 Agustus, Total

2027, 6 Februari, Cincin. 2 Agustus, Total

2028, 26 Januari, Cincin. 22 Agustus, Total

2029, 14 Januari, Sebagian. 12 Juni, Sebagian

2029, 11 Juli, Sebagian. 5 Desember, Sebagian

2030, 1 Juni, Cincin. 25 November, Total

2031, 21 Mei, Cincin. 14 November, Hybrid

2032, 9 April, Cincin. 3 November Sebagian

Nah! Sudah lihat sendirikan! Jadi mengapa ada keterlambatan 1-2 hari dalam perhitungan Gerhana dengan Siklus Saros? Hal itu dikarenakan ada 5-6 tahun kabisat dalam 18 tahun, yang membuat Siklus Saros tidak pas 18 tahun 11 bulan 8 jam, akan tetapi masih tetap dalam siklus 223 bulan synodic.

Lantas Bagaimana cara memprediksi Lokasi Gerhana dengan Saros??

Kita ambil contoh, Gerhana Matahari Total 21 Juni 2001, lokasinya di Afrika Selatan. Menurut Saros, Gerhana berikutnya akan terjadi pada tanggal 2 Juli 2019, lokasinya dibagian Pasifik Selatan dan Amerika Selatan.

Mengapa ada perbedaan lokasi?

Karena ada perpindahan 8 jam disetiap kali Saros. Jadi setiap kali saros, wilayah akan berpindah 8 jam atau 120° ke arah barat dan seterusnya.

Contoh lain adalah Gerhana Total 9 maret 2016 di Indonesia. Gerhana berikutnya akan terjadi 20 Maret 2034 di afrika bagian utara dan Asia Barat. Kemudian menurut Saros Gerhana akan terjadi pada tanggal 30 Maret 2052, melintasi Mexiko dan Amerika Serikat.

Jadi kesimpulannya lokasi Gerhana berada pada lintang yang sama, tetapi pada bujur yang berbeda dalam 3 kali Siklus Saros.

B. Siklus Semester

Siklus Semester adalah Siklus Gerhana selama 6 bulan synodic atau setengah Tahun Lunar. Siklus ini memiliki Kelemahan yaitu tidak bisa memprediksi lokasi dan jenis Gerhana. Selain itu Siklus ini hanya bisa memprediksi 8 Gerhana saja.
Contoh
Gerhana 20 Maret 2015, menurut Siklus Semester atau 6 bulan berikutnya Gerhana akan terjadi pada tanggal 13 September 2015, begitu seterusnya sampai 8 Gerhana terjadi. Siklus ini berakhir pada tanggal 11 Agustus 2018, dimana Gerhana tersebut adalah Gerhana ke 8 atau Gerhana terakhir dalam Siklus Semester. Setelah itu Siklus ini terulang menjadi Siklus baru, yang Gerhananya dimulai pada tanggal 13 Juli 2018 dan berakhir setelah 7 Gerhana berikutnya.

C. Siklus Fortnight

Siklus Fortnight adalah Siklus Gerhana 14,77 hari atau 2 minggu. Dalam Siklus ini, Terjadinya Gerhana itu berlawanan. Jadi jika sekarang Gerhana Matahari maka 2 minggu lagi akan terjadi Gerhana Bulan.
Contohnya Gerhana Sebagian 1 Juni 2011, setelah itu 2 minggu berikutnya diikuti Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011 dan diikuti lagi oleh Gerhana Sebagian 1 Juli 2011.
Contoh lain adalah Gerhana Bulan Sebagian 7 Agustus 2017, 2 minggu berikutnya diikuti Gerhana Matahari Total 21 Agustus 2017. Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 misalnya, diikuti lagi Gerhana Matahari Sebagian 15 Februari 2018.

Ini adalah contoh beberapa Siklus Gerhana, kemudian ada lagi yang namanya Siklus Supermoon. Seperti apa sih Siklusnya?? Mari kita bahas…

2. Siklus Supermoon

Supermoon adalah dimana ketika posisi Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi, yang biasanya terjadi pada saat fase Bulan Baru dan fase Bulan Purnama. Pada saat Supermoon, Bulan membesar 14% dari biasanya.Pertanyaannya, Apakah Supermoon bisa diprediksi? Tentu saja bisa. Tapi dalam kasus ini kita tidak bisa memprediksi secara matematis dengan patokan teori Heliosentris, dengan memasukan variabel jarak,kecepatan, sudut Bulan mengelilingi Bumi. Melainkan dengan siklus Supermoon yg hampir mirip dengan siklus Saros.Bagaimana cara memprediksi Supermoon?Anggap lah sekarang ini Fenomena Supermoon sedang berlangsung, maka Bulan harus mengalami 223 kali fase Purnama agar Supermoon berikutnya akan terjadi. Dalam siklus ini bisa disimpulkan kalau Supermoon adalah peristiwa rutin yg terjadi selama 18 tahun 10 hari 22,5 jam. Dari siklus ini kita dapat lebih mudah memprediksi Supermoon dari tahun ke tahun.

Itulah Siklus Gerhana dan Supermoon yang sudah dibahas dalam artikel kali ini. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan tanda baca. Semoga bisa bermanfaat.

Tag: gerhana, Eclipse,
83 Lihat

Tinggal di Indonesia