Lintasan di Ekliptika, Tamparan Keras Untuk Heliosentris

Terkirim 1 bulan yang lalu di Sains dan Teknologi.

Meluruskan Apa Yang Harus Diluruskan

Lintasan di Ekliptika, Tamparan Keras Untuk Heliosentris

Ada banyak hal yang menjadi pertanyaan seputar Astronomi. Semuanya berkaitan satu sama lain. Terlebih pada teori Heliosentris atau Bumi mengelilingi Matahari. Terdapat banyak Anomali yang tak bisa dijelaskan mengapa hal itu terjadi. Dan sebenarnya ini adalah fakta yang disembunyikan.

Dalam model Heliosentris dikatakan Bumi mengorbit Matahari dan Ikut bersamanya mengelilingi pusat Galaksi, seperti halnya gagasan dari Newton yang menyatakan bahwa “Bumi dan Matahari bukanlah pusat Alam semesta, keduanya mengorbit pada titik pusat yang disebut Massa”. Pernyataan ini diadopsi Sains Modern karena tak bisa menjelaskan hal dasar yang berkaitan dengan Prinsip sebelumnya yang menyatakan bahwa Matahari lah sebagai pusat Alam semesta.

Artikel kami kali ini membahas kejanggalan pada prinsip dasar sains modern. Jika Prinsip sains modern salah! Maka seluruh pandangan kita tentang Alam Semesta yang kita pelajari juga salah!.
Dalam artikel ini, sebisa mungkin kami usahakan agar bahasanya mudah dicerna awam. Agar masyarakat bisa paham bahwa ada kejanggalan dalam sistem dunia, terlebih agar masyarakat paham bahwa manusia bukan lah makhluk yang berasal dari suatu hal yang kebetulan seperti yang ditegaskan dalam Sains Modern

Kita mulai dari membahas Ekliptika. Apa itu Ekliptika? Menurut Wikipedia kira-kira seperti ini.
” Ekliptika adalah jalur yang dilalui oleh suatu benda dalam mengelilingi suatu titik pusat sistem koordinat tertentu. Ekliptika pada benda langit merupakan suatu bidang edar berupa garis khayal yang menjadi jalur lintasan benda-benda langit dalam mengelilingi suatu titik pusat sistem tata surya”

Jika seandainya Bumi dijadikan titik pusat sistem kordinat, maka lintasan benda langit seperti Planet dan Matahari akan beredar mengelilingi Ekliptika

Ekliptika Bumi membentang dari Lintang 23° sampai -23°. Rasi Bintang seperti Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces atau lebih dikenal sebagai zodiak, selalu berada pada Ekliptika Bumi, karena itu Rasi-rasi tersebut dijadikan zodiak

Faktanya! Lintasan Matahari, Bulan dan Planet ternyata berada pada Ekliptika. Inilah yang kami sebut Anomali dalam pergerakan Orbit Helical.

(Mars, Pluto, Saturnus dan Jupiter yang berada di Ekliptika.)

Kenapa kami katakan demikian?. Berikut penjelasannya
Orbit Helical adalah pergerakan Sistem Tata Surya yang berbentuk Spiral. Orbit Helical dipakai karena Sains Modern mengadopsi gagasan Newton yang menyatakan bahwa Matahari dan Bumi bukan lah pusat Alam Semesta, keduanya mengorbit pada satu titik yang disebut Massa. Dimana Massa disini adalah Pusat Galaksi Bima Sakti yang kita pelajari.

Pergerakan Planetarium tersebut juga tidak bertentangan dengan beberapa teori Sains Modern seperti Hukum Kepler.
Orbit Helical tampaknya memang masuk akal, tapi ada kontradiksi pada Prinsip dasarnya. Ya! Lintasan Matahari dan Planet di Ekliptika telah membungkam pergerakan Planetarium ini.
Dalam logika awam saja, pergerakan Orbit Helical pada gambar diatas tidaklah mungkin membuat Lintasan Planet dan Martahari selalu berada di Ekliptika. Pergerakan yang bisa dikatakan nampak seperti acak-acakan ini tidaklah sesuai dengan model standar. Lintasan Matahari dan Planet di Ekliptika adalah Bukti Telak bahwa Bumi dan Matahari tidaklah mengelilingi Pusat Massa. Terlebih jika Sains Modern mengadopsi teori Relativitas dari Einstein yang menyatakan bahwa gerakan itu Relatif, bukan Mutlak seperti gagasan Newton.
Jika ada yang rusak tentunya diperbaiki. Jika model Orbit Helical dimana Matahari dan Bumi sama-sama bergerak mengelingi Pusat Massa tidak sesuai dengan kenyataan, tentunya kita harus mengubah Modelnya.
Coba kita pakai Model sebelumnya, dimana Matahari adalah Pusat dari Alam Semesta seperti gagasan dari Copernikus.

Gambar diatas adalah Model Planetarium yang dipakai sebelumnya. Dimana Matahari dipusatkan dan Benda langit lainnya atau kita katakan saja Planet, mengelilingi Matahari.
Jika kita letakkan Matahari dipusat, maka lintasan Planet mengelinginya disebut Ekliptika Matahari.
Dalam Model ini sangat mudah dijelaskan bahwa Lintasan Matahari dan Planet berada di Ekliptika Bumi, jika Bumi sebagai titik pusat sistem kordinat.
Tapi hal ini Gila!!! Banyak Bintang yang berjarak jutaan bahkan Miliaran Tahun Cahaya, Bahkan banyak Bintang yang Massa nya lebih besar jutaan kali dari Matahari.
Tanpa sengaja, model ini menyalahkan Perhitungan Sains Modern sendiri, dimana jarak dan diameter Bintang diukur dengan metode paralaks yang acuannya jarak Bumi ke Matahari

Kita ambil contoh Bintang Sirius. Menurut perhitungan, Sirius memiliki Paralaks sekitar 0,38 detik busur, artinya jarak Sirius dari Bumi adalah 2,6 parsec atau 8,6 Tahun Cahaya. Diameter Sirius sekitar 2juta km, dan memiliki Massa 2 kali lebih besar dari Matahari.
Dari Perhitungan Sains Modern sendiri, bisa kita simpulkan bahwa ada benda langit yang lebih besar Dari Matahari, artinya Matahari bukanlah Pusat dari Alam Semesta. Jika Matahari adalah Pusat, maka perhitungan para saintis bertentangan dengan konsep Gravitasi, dimana yang terkecil mengorbit yang terbesar. Lebih jelasnya Massa yang kecil akan ditarik Massa yang besar.
Banyak benda langit lainnya yang memiliki Massa lebih besar dari Sirius, tentunya Matahari punya saingan yang banyak.
Lintasan Ekliptika begitu mudahnya dijelaskan jika Matahari sebagai Pusat, tapi perhitungan jarak Bintang menegaskan Bahwa Matahari bukanlah Pusat. Maka disinilah terjadinya kontradiksi, Perhitungan yang Salah atau Konsep Gravitasinya yang Salah?.

Lebih luasnya lagi, kontradiksi terjadi antara Matahari dan Bumi bukanlah Pusat dengan Matahari sebagai Pusat.

Jika Matahari dan Bumi bukanlah Pusat, maka Lintasan benda langit di Ekliptika tak bisa dijelaskan. Jika Matahari adalah Pusat, maka perhitungan Jarak dan diameter Bintang dengan metode Paralaks serta Konsep Gravitasi harus disinggkirkan.

Kesimpulannya kedua Model sama-sama salah! Lintasan Matahari dan Planet di Ekliptika sebenarnya adalah Bukti bahwa Bumilah pusat Alam Semesta. Model Bumi pusat Alam Semesta atau Geosentris bisa menjelaskan berbagai fenomena, tapi Model ini tak disukai para Saintis.

Sekarang mari kita balik pada Asumsi dasarnya. Kenapa Geosentris ditolak? Karena menurut perhitungan Sains Modern jarak Matahari dari Bumi sekitar 150jt km dan diameter Matahari 109 kali lebih besar dari Bumi, artinya tak Mungkin Matahari yang besar mengelilingi Bumi yang kecil

Dari mana didapat angka 150jt km itu?. Angka ini didapat dengan perhitungan Metode Paralaks lewat transit Venus

Metode ini pertama kali diterapkan oleh Edmun Halley. Apakah perhitungan dengan Metode ini bisa diterapkan untuk Jarak Matahari?. Gunakan otak intel anda dalam mencerna Artikel kami. Sudah dijelaskan diatas! Perhitungan jarak Bintang juga menggunakan metode yang sama, tapi masih banyak kontradiksi. Silahkan ambil kesimpulan sendiri!

Selain metode Paralaks, jarak Bumi ke Matahari bisa diukur ketika fase Bulan setengah dengan rumus Trigonometri sederhana

Metode ini pertama kali di terapkan oleh astronom Yunani Kuno bernama Aristarchus yang menurut kami Metodenya terlihat sangat ilmiah. Tapi nyatanya! Dalam perhitungan ini jarak dan diameter Matahari selalu Berbeda setiap waktunya. Tentunya metode yang terlihat ilmiah ini tak bisa diterapkan lagi. Dibalik itu acuan dasar pengukuran jarak Matahari ini adalah jarak Bumi ke Bulan harus diketahui dulu. So! Apakah Sains Modern punya metode ilmiah dalam perhitungan jarak Bulan? Silahkan anda cari sendiri.

Sekarang! Apakah hanya metode Halley dan Aristarchus saja yang bisa diterapkan dalam pengukuran jarak Matahari?. Jawabannya Tidak!! Anda bahkan bisa mengukur jarak Matahari dengan metode Triangulation dan asumsi bayangan yang ada di Bumi, hasilnya jarak Matahari yang didapat berbeda jauh dengan perhitungan Sains Modern.

Jadi kesimpulan dari artikel ini adalah banyaknya kesalahan dan kontradiksi dalam Model Heliosentris, baik itu dalam teorinya maupun perhitungannya. Fakta Lintasan Matahari dan Planet di Ekliptika telah membuktikan bahwa sebenarnya Kita berada di Pusat. Jika Bumi adalah Pusat Alam Semesta artinya konsep Sains Modern yang menegaskan bahwa manusia tidak spesial adalah sebuah kesalahan Besar. Itu makanya kami menulis “Lintasan di Ekliptika, Tamparan keras untuk Heliosentris” untuk judul artikel ini.

Semoga artikel ini bisa membuat pembaca berpikir lebih kritis atas apa yang terjadi pada Sistem yang diterapkan di dunia ini.

37 Lihat

Tinggal di Indonesia